“Sekarang konsumen juga mulai selektif. Kopi bukan cuma soal rasa, tapi juga proses. Ini bisa jadi peluang untuk petani kita naik kelas,” tambahnya.
Johan berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor kopi, terutama dalam bentuk perlindungan harga bagi petani. Ia menyebutkan bahwa kopi Bengkulu, khususnya dari daerah Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, memiliki kualitas ekspor yang sudah diakui hingga ke pasar Eropa dan Asia. Namun sayangnya, kesejahteraan petani masih terombang-ambing oleh dinamika pasar global.
“Petani kita sudah punya potensi besar. Tapi tanpa perlindungan harga, mereka selalu jadi korban saat pasar tidak stabil,” ujar Johan.
Kendati demikian, Johan tetap optimis bahwa harga kopi akan kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang, seiring mulai membaiknya permintaan global.
"Saya berharap petani untuk tetap semangat dan menjaga kualitas panen agar tetap kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat," kata dia.*