BINTUHAN – Tingkat kepesertaan aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bintuhan Kabupaten Kaur. Saat ini baru mencapai sekitar 78 persen dari total jumlah peserta yang terdaftar. Artinya masih ada sekitar 22 persen peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kaur, Ahmad Fauzi Nugraha, S.Farm, MM, AKK mengungkapkan, salah satu penyebab utama ketidakaktifan kartu BPJS Kesehatan adalah, karena keterlambatan dalam pembayaran iuran bulanan.
Terutama terutama pada peserta mandiri yang membayar iuran secara pribadi, bukan melalui perusahaan atau bantuan pemerintah.
“Banyak peserta yang tidak disiplin dalam membayar iuran. Akibatnya, kartu mereka menjadi tidak aktif. Beberapa bahkan tidak mengetahui bahwa kartunya sudah tidak bisa digunakan karena jarang memeriksa statusnya,” ungkap Ahmad Fauzi.
BACA JUGA:BPJS Diminta Maksimalkan Pendampingan Pelayanan UCH, Simak Penjelasan Sekda
BACA JUGA:Rapat Paripurna, Herwin Bacakan Laporan Hasil Reses, BPJS Jadi Sorotan
Menurutnya, masyarakat umumnya baru menyadari status tidak aktif ketika hendak menggunakan layanan di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Hal ini tentu dapat menyulitkan, terutama saat peserta membutuhkan pelayanan mendesak.
Karena itu, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga keaktifan kepesertaan. Masyarakat diminta secara rutin mengecek status kartu BPJS Kesehatan mereka melalui aplikasi mobile JKN, call center, atau datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Bintuhan.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk bekerja sama dengan perangkat desa dan kecamatan. Agar informasi ini bisa menjangkau hingga ke pelosok,” jelasnya.
Selain itu, BPJS juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk bersama-sama, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan nasional ini. Dengan meningkatnya angka kepesertaan aktif, pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaur juga bisa berjalan lebih optimal dan merata.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka ketidakaktifan peserta melalui pendekatan edukatif, agar target keaktifan peserta bisa ditingkatkan secara bertahap.
“BPJS Kesehatan bukan hanya soal iuran, tapi tentang perlindungan jangka panjang bagi masyarakat ketika menghadapi risiko kesehatan. Jadi sangat penting untuk memastikan kartu tetap aktif, kami harap bagi masyarakat yang status BPJSnya tidak aktif untuk segera mengaktifkan kembali, supaya memudahkan dalam pelayanan kesehatan nantinya," tegas Ahmad Fauzi.*