Model Sama Beda Nasib, Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander
Mobil Nissan Livina yang kalah saing dengan Mitsubishi Xpander-sumber foto: Koranradarkaur.id-
koranradarkaur.id - Dua Produk pabrikan Nissan dan Mitsubishi sama-sama mengeluarkan produk terbaru tahun 2023.
PT Nissan mengeluarkan mobil Nissan Livina sementara Mitsubishi mengeluarkan produk Xpander. Kedua mobil banyak memiliki kemiripan.
Tetapi untuk dipasar otomotif nasib kedua mobil ini berbeda, yang mana Mitsubishi lebih baik nasibnya ketimbang Nissan Livina. Karena Mitsubishi Xpander banyak diminati konsumen ketimbang Nissan Livina.
Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina mirip sekali mulai dari plek hingga ke bodi. Untuk fisik keduanya nyaris sama, Xpander dan Livina berasal dari satu platform. Artinya, kenyamanan fitur, tenaga mesin dan suspensi, tak ada bedanya.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi, Mitsubishi dan Nissan menjalin kerja sama, berikut dengan Renault. Aliansi ini disebut sebagai Renault Nissan dan Mitsubishi Alliance. Aliansi ini merupakan salah satu konsorsium otomotif terbesar di dunia.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Harga Mobil Bekas Nissan Livina Makin Murah
BACA JUGA:Pilihan Ideal Untuk Keluarga, Besaran Pajak Nissan Livina Ditentukan Kelasnya
Tahun 2016, Nissan secara resmi membeli 34 pesen saham Mitsubishi Motors. Ini menjadikan Nissan sebagai pemegang saham terbesar.
Hasilnya, Mitsubishi resmi bergabung dalam Renault-Nissan Alliance, yang kemudian berubah menjadi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance.
Sehingga tidak aneh, bila mereka berbagi platform dan produksi. Nissan Livina terbaru dibangun menggunakan platform Mitsubishi Xpander, dan diproduksi di pabrik Mitsubishi.
Nissan menggunakan platform Mitsubishi sebagai langkah efisiensi produksi dan pengurangan biaya riset dan pengembangan, jadi tidak salah bila keduanya disebut kembar.
Di beberapa pasar, mereka berbagi jaringan logistik, distribusi, dan after sales service. Tujuannya demi mencapai efisiensi dalam rantai pasokan dan suku cadang global.
Saat ini, Nissan justru telah melakukan restrukturisasi besar-besaran. Termasuk pemangkasan kapasitas produksi global, fokus pada model dan pasar yang menguntungkan, investasi besar-besaran di mobil listrik dan elektrifikasi.
Langkah yang dilakukan Nissan tidak lain untuk memikat pencinta otomotif dunia. Selain itu juga untuk menerapkan kendaraan yang ramah lingkungan.