Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Tanjung Aur Terima DD Reguler Terbesar di Kaur Tahun 2026, Intip Nominal se-Maje

Desa Tanjung Aur di Kecamatan Maje tercatat sebagai penerima DD reguler tertinggi di Kabupaten Kaur, Senin 5 Januari 2026. Sumber foto: REGA/RKa--

MAJE – Pemerintah telah menetapkan nominal Dana Desa (DD) reguler tahun 2026 untuk seluruh desa di Kabupaten Kaur. Dari total 192 desa di Kabupaten Kaur, Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje penerima DD reguler tertinggi, Rp 484.034.000. Besaran tersebut menjadikan Desa Tanjung Aur berada di posisi teratas dalam daftar penerima  DD tahun 2026 di Kabupaten Kaur.

Selain Desa Tanjung Aur, terdapat dua desa lain yang juga menerima alokasi cukup besar. Desa Pasar Jumat di Kecamatan Nasal menempati urutan kedua dengan total anggaran sebesar Rp 463.856.000. Sementara itu, urutan ketiga ditempati Desa Serdang Indan di Kecamatan Luas dengan alokasi dana mencapai Rp 427.518.000. Ketiga desa ini mendapatkan pagu anggaran yang lebih tinggi dibanding desa lainnya berdasarkan hasil penghitungan dan verifikasi pemerintah.

Di sisi lain, beberapa desa tercatat menerima alokasi DD reguler paling rendah. Desa Padang Panjang di Kecamatan Semidang Gumay memperoleh dana sebesar Rp 197.523.000 dan menjadi desa dengan alokasi terendah. Selanjutnya Desa Pagar Dewa di Kecamatan Tetap menerima Rp 203.256.000, disusul Desa Kepayang yang juga berada di Kecamatan Tetap dengan alokasi sebesar Rp 208.020.000. Perlu diketahui, di Kecamatan Maje desa yang mendapatkan DD terkecil Air Long (lihat tabel,red). 

Kepala Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje, Supriyadi membenarkan, desanya memperoleh alokasi DD reguler tertinggi di Kabupaten Kaur untuk tahun 2026. Dia menyampaikan, besaran anggaran tersebut telah melalui proses penghitungan dan verifikasi pemerintah berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing desa. Dijelaskannya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pagu DD reguler mereka sekitar 800 juta, jauh berbeda dengan tahun ini. 

Menurut Supriyadi, kondisi Desa Tanjung Aur yang berada di wilayah terpencil menjadi salah satu alasan utama tingginya alokasi dana yang diterima. Akses menuju pusat perkantoran masih cukup jauh, sementara kondisi infrastruktur desa, terutama jalan, masih mengalami kerusakan berat. Selain itu, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian melalui dukungan anggaran desa.

"Saya mewakili Pemdes Tanjung Aur tentunya sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Tanjung Aur. Saya berharap  perbedaan pagu anggaran ini tidak menimbulkan kecemburuan sosial antar desa di Kabupaten Kaur," terangnya.

Supriyadi juga menegaskan, besarnya alokasi DD reguler bukanlah sebuah keuntungan mutlak. Menurutnya, jika diberi pilihan, dia lebih memilih alokasi dana yang kecil asalkan akses dan mobilitas desa sudah memadai. Karena itu, dia berharap desa-desa yang menerima alokasi lebih kecil tidak membandingkan dengan desa yang mendapatkan pagu lebih besar, melainkan melihatnya dari sudut pandang kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Kalau kami boleh memilih, lebih baik kami pagu DD reguler kecil, asalkan akses mobilitas kami lancar. Artinya, desa yang pagu DD regulernya kecil kami berharap untuk tidak membandingkan dengan desa pagunya lebih tinggi," ujarnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan