Hampir Seminggu Bus Perintis DAMRI Tidak Beroperasi Rute Maje dan Nasal
Bus Perintis DAMRI rute Nasal – Kota Bengkulu sudah hampir seminggu ini tidak beroperasi, Senin 5 Januari 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
NASAL – Sejumlah warga Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur mengeluh, pasalnya Bus Perintis DAMRI untuk rute Kecamatan Nasal – Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir tidak beroperasi. Hal ini diperparah, tidak ada laporan atau pemberitahuan penyebab Bus Perintis DAMRI rute Nasal – Kota Bengkulu berhenti operasi. Masyarakat yang bergantung dengan Bus Perintis DAMRI tersebut terpaksa harus mencari alternatif transportasi lain yang dinilai lebih mahal dan kurang terjangkau.
Sekretaris Desa Tebing Rambutan, Janidi Trisno membenarkan, dalam beberapa hari terakhir pihak desa banyak menerima pertanyaan dan keluhan dari masyarakat terkait tidak terlihatnya Bus Perintis DAMRI melintas di wilayah Nasal – Kota Bengkulu. Menurutnya, keberadaan bus perintis sangat membantu warga, terutama masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
Janidi menjelaskan, Bus Perintis DAMRI selama ini menjadi pilihan utama karena tarifnya relatif murah dibandingkan jasa travel atau kendaraan sewaan lainnya. Selain itu, jadwal operasional yang cukup rutin membuat masyarakat terbantu dalam mengatur aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan berobat, berbelanja, mengurus administrasi, maupun keperluan lainnya.
Dengan terhentinya layanan tersebut, beban pengeluaran warga dinilai meningkat. Sebagian warga bahkan harus menunda perjalanan karena keterbatasan biaya transportasi. Kondisi ini cukup dirasakan ibu rumah tangga (IRT) dan pedagang kecil.
Hingga saat ini, pihak desa mengaku belum menerima informasi resmi terkait alasan tidak beroperasinya Bus Perintis DAMRI pada rute Maje dan Nasal. Janidi menyebutkan, belum diketahui apakah penghentian sementara tersebut disebabkan keterbatasan subsidi, kendala operasional, atau faktor teknis lainnya. Ketidakjelasan informasi ini membuat masyarakat semakin resah.
Pemerintah desa berharap agar pihak terkait, baik dari pengelola DAMRI maupun instansi berwenang, dapat segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat baik itu melalui sosial media, grup WhatsApp atau surat pemberitahuan ke desa. Dengan demikian, masyarakat tahu alasan dan penyebab kendaraan tersebut tidak beroperasi.
"Warga kami banyak yang menjadi pelanggan perintis, hal ini selain harga tarifnya lebih murah. Jadwal pemberangkatan Bus Perintis jelas. Warga kami langganan dengan Bus Perintis bukan karena tidak ada kendaraan lain. Tapi hitungan pengeluaran lebih hemat naik Bus Perintis dan tenaga tidak terlalu terkuras," ujarnya.