Penyaluran KUR di Bengkulu Tembus Rp1,86 Triliun, Sektor Pertanian Jadi Penyerap Terbesar
KUR Bank Bengkulu jadi solusi UMKM Juni 2026 yang ingin tambahan modal dengan tenor beragam pinjaman hingga 500 juta terutama pada sektor pertanian. Sumber foto : koranradarkaur.id--
KORANRADARKAUR.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Hingga pertengahan tahun 2026, total penyaluran KUR di Bengkulu telah mencapai Rp1,86 triliun dan berhasil menjangkau 22.142 debitur dari berbagai sektor usaha.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, mengatakan besarnya penyaluran KUR tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha produktif.
Menurutnya, program KUR tidak hanya menjadi sumber permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas usaha di berbagai sektor.
"Penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu hingga saat ini telah mencapai Rp1,86 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 22.142 debitur. Hal ini menunjukkan bahwa program pembiayaan pemerintah masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat," ujar Irfan.
Dari sisi skema pembiayaan, KUR Mikro masih menjadi program yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat. Tercatat penyaluran KUR Mikro mencapai Rp1,03 triliun yang diberikan kepada 18.596 debitur.
Sementara itu, KUR Kecil menempati posisi kedua dengan total penyaluran Rp681,64 miliar kepada 2.882 debitur. Selain itu, terdapat penyaluran KUR untuk sektor perumahan melalui KUR Demand Rumah sebesar Rp110,95 miliar yang dimanfaatkan oleh 633 debitur.
Untuk mendukung pembangunan rumah rakyat, KUR Supply Rumah juga telah disalurkan sebesar Rp30,38 miliar kepada 13 debitur yang bergerak di bidang pengembangan perumahan.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan dukungan kepada calon pekerja migran Indonesia melalui KUR TKI yang mencapai Rp320 juta untuk sembilan debitur. Sedangkan KUR Super Mikro disalurkan sebesar Rp90 juta kepada sembilan pelaku usaha ultra mikro sebagai modal awal mengembangkan usaha.
Irfan menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi penyerap terbesar dana KUR di Provinsi Bengkulu. Hingga saat ini, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan telah menerima pembiayaan sebesar Rp1,21 triliun yang dimanfaatkan oleh 14.776 debitur.
"Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Bengkulu sehingga menjadi sektor dengan penyerapan KUR terbesar. Ini menunjukkan bahwa dukungan permodalan bagi petani terus menjadi prioritas," katanya.
Selain sektor pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran juga menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp321,27 miliar kepada 4.083 debitur.
Kemudian sektor real estate, persewaan dan jasa perusahaan menerima pembiayaan sebesar Rp129,55 miliar yang dimanfaatkan oleh 699 debitur. Sektor jasa kemasyarakatan, sosial, budaya, dan hiburan memperoleh penyaluran sebesar Rp78,91 miliar kepada 1.270 debitur.
Sementara itu, sektor industri pengolahan menerima pembiayaan sebesar Rp53,82 miliar untuk 858 debitur. Adapun sektor akomodasi dan makan minum memperoleh dukungan modal sebesar Rp20,65 miliar kepada 187 debitur.