Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Replanting Kopi Dimulai! Pemkab Bengkulu Selatan Bidik Peningkatan Hasil Panen, Ini Targetnya!

Pemkab mulai peduli nasib petani dengan mulai laksanakan replanting kopi milik masyarakat yang sudah tua atau tidak lagi produktif dengan bibit unggul.--

KORANRADARKAUR.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan kopi melalui program peremajaan alias replanting lahan seluas 100 hektare.

Kebijakan replanting kopi dimulai untuk mengganti tanaman kopi milik masyarakat yang sudah tua atau tidak lagi produktif dengan bibit unggul yang lebih berkualitas dan berdaya hasil tinggi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi kopi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:Ratusan Petani Pino Raya Kepung Kantor Bupati, Tuntut Keadilan atas Konflik Lahan PT ABS

BACA JUGA:Auman dan Jejak Diduga Harimau Sumatera di Mukah, BKSDA Belum Turun, Petani Harap Waspada

Sektor kopi selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas andalan masyarakat Bengkulu Selatan, sehingga pembaruan kebun dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga daya saing di tengah tantangan pasar dan perubahan iklim.

Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin, S.sos menegaskan, rencana peremajaan kebun kopi ini telah diusulkan ke pemerintah pusat.

Skema yang diajukan menyerupai program replanting, penggantian tanaman lama dengan varietas unggul   yang lebih produktif serta didukung intervensi pemupukan dan pendampingan teknis.

BACA JUGA:Petani Temukan Jejak dan Dengar Auman Harimau Sumatera di Kebun Penyandingan

BACA JUGA:Tahun 2026 Apakah Petani, Nelayan, Buruh dan ART Bisa Mendapatkan Rumah Subsidi?

Menurutnya, banyak tanaman kopi milik petani saat ini telah melewati usia produktif sehingga hasil panen cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan petani dan stabilitas ekonomi keluarga di kawasan perkebunan.

“Jika program ini disetujui, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal kita targetkan minimal 100 hektare lahan milik petani,” ujar Rifai Tajudin.

Ia menambahkan, proses peremajaan tidak hanya sekadar mengganti tanaman, tetapi juga disertai dengan penggunaan bibit unggul yang memiliki ketahanan terhadap penyakit serta potensi produksi lebih tinggi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan