Tak Sekadar Bantuan Sosial, Dinsos Bengkulu Selatan Dorong Disabilitas Jadi Pelaku Usaha
Upaya nyata yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan wirausaha yang dirancang untuk mendorong penyandang disabilitas jadi pelaku usaha. --
Di Kecamatan Pasar Manna, misalnya, seorang penyandang tunarungu menerima bantuan peralatan jahit untuk mengembangkan usaha menjahit yang telah digelutinya. Di Kecamatan Pino, Masat, bantuan berupa peralatan pertukangan disalurkan kepada penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan di bidang tersebut.
Sementara di Kecamatan Manna, tepatnya di Desa Lubuk Sirih, bantuan alat dan bahan dagangan diberikan untuk menunjang usaha kecil yang dikelola oleh penyandang disabilitas setempat.
Selain itu, terdapat pula bantuan berupa peralatan usaha steam yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tetap bagi penerimanya.
Hen Yepi menambahkan, dalam penyaluran bantuan ini, Dinsos tetap menerapkan kriteria dan persyaratan yang jelas agar bantuan tepat sasaran.
Salah satu syarat utama penerima bantuan adalah masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain itu, penerima harus merupakan penyandang disabilitas atau cacat fisik serta memiliki kemauan dan komitmen untuk berusaha.
“Yang paling penting adalah kemauan. Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya diterima lalu tidak digunakan,” tegasnya.
Proses pengusulan calon penerima bantuan juga dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Pengajuan dapat dilakukan melalui Dinas Sosial, tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), maupun melalui pemerintah desa.
Mekanisme ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas yang membutuhkan dan memiliki potensi usaha.
Untuk tahun 2026, Dinsos BS berharap program bantuan wirausaha bagi penyandang disabilitas dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas.
Hen Yepi juga berharap Kementerian Sosial RI dapat terus memberikan respons cepat terhadap usulan yang diajukan oleh pemerintah daerah, mengingat masih banyak penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan serupa.
“Kami berharap ke depan semakin banyak penyandang disabilitas yang terbantu dan mampu mandiri secara ekonomi. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam pembangunan daerah,” pungkas Hen Yepi.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap penyandang disabilitas tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial semata, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan ekonomi.
Program ini sekaligus menjadi harapan baru bagi penyandang disabilitas untuk bangkit, berkarya, dan berdaya di tengah keterbatasan yang ada.*