Akses Vital Bengkulu-Sumsel Dibenahi 2026, Pelebaran Jalan Masuk Tahap Final
Pemkab BS akhirnya memastikan jadwal pasti terkait penanganan kerusakan akses vital Bengkulu-Sumsel. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) - Pemkab BS akhirnya memastikan jadwal pasti terkait penanganan kerusakan akses vital Bengkulu-Sumsel, atau jalan lintas Manna menuju Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi penghubung Bengkulu dengan Provinsi Sumsel itu akan mulai direhabilitasi pada tahun 2026. Konfirmasi ini disampaikan usai pertemuan resmi antara jajaran Pemkab BS dan Menteri PUPR yang digelar beberapa waktu lalu.
Ruas Ulu Manna selama bertahun-tahun dikenal sebagai jalur yang rawan terganggu, terutama saat musim penghujan. Selain sempit, kondisi tebing yang terjal serta kontur tanah yang labil sering memicu longsor dan membuat perjalanan masyarakat terhambat. Banyak pengguna jalan mengeluhkan kerusakan yang semakin parah, sementara aktivitas ekonomi warga di wilayah perbatasan juga ikut terdampak. Melihat urgensi tersebut, pemerintah daerah terus mendorong agar perbaikan jalan masuk dalam program prioritas nasional dan akhirnya mendapat persetujuan.
Bupati BS H. Rifai Tajuddin, S.Sos menegaskan, pemerintah pusat telah menyetujui sejumlah item strategis dalam usulan yang disampaikan. Salah satu poin terpenting adalah pelebaran jalan berikut peningkatan kelas jalan agar dapat menampung lalu lintas yang semakin padat. Menurutnya, keputusan ini merupakan langkah besar karena jalur tersebut memegang peran penting dalam mendukung interaksi ekonomi dan mobilitas masyarakat antarprovinsi.
“Pelebaran badan jalan, penambahan struktur, hingga peningkatan kelas jalan sudah disetujui oleh Kementerian PUPR. Kondisi kawasan tersebut memang sudah sangat mendesak untuk dilakukan perbaikan menyeluruh,” ujar Rifai.
Pengerjaan akan difokuskan pada segmen sepanjang kurang lebih 30 kilometer yang berada di wilayah Kecamatan Ulu Manna. Titik-titik kritis yang selama ini kerap tertutup longsor atau mengalami penyempitan ekstrem akan menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah berjanji bahwa selama proses pembangunan berlangsung, akses tetap akan dibuka. Skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat tetap berjalan normal.
Di sisi lain, Pemkab BS juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana selama musim penghujan. Sejumlah alat berat disiagakan di lokasi-lokasi rawan agar penanganan darurat dapat dilakukan tanpa menunggu waktu lama. Petugas lapangan akan diterjunkan secara berkala untuk mengawasi perkembangan tanah dan memastikan jalan tidak tertutup material longsor terlalu lama.
“Alat berat sudah kami tempatkan di titik rawan. Jika sewaktu-waktu terjadi longsor, tim langsung bergerak untuk membuka akses secepatnya,” tutup Rifai.
Dengan bergulirnya proyek perbaikan ini, Pemkab BS menaruh harapan besar terhadap peningkatan kelancaran konektivitas di masa mendatang. Selain memberi rasa aman bagi pengguna jalan, perbaikan tersebut diyakini akan memperkuat arus ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Bengkulu–Sumatera Selatan. Pembangunan ini diharapkan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga pondasi awal untuk menciptakan jalur transportasi yang lebih layak, modern, dan tahan terhadap ancaman bencana alam di kemudian hari.