Diawali Coba-Coba Jadi Sumber Rezeki, Usaha Umang-Umang Warga Kaur Kian Berkembang, Tembus Pasar Luar Provinsi
Ribuan umang-umang usaha milik Noviansyah Haga Mendropa warga Desa Muara Jaya Kecamatan Maje sedang diumbar di wadah khusus, Jumat 28 November 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
MAJE – Bisnis umang-umang mungkin terdengar sepele dan jarang terpikirkan masyarakat.
Namun bagi Noviansyah Haga Mendropa (37), warga Desa Muara Jaya Kecamatan Maje, usaha ini justru menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.
Sejak pertama kali memulai pada tahun 2015, bisnis yang berawal dari ketidaksengajaan itu kini menjadi sumber penghasilan utama bagi dirinya dan keluarganya.
Di tengah era digital yang semakin berkembang, usaha yang sederhana ini tetap mampu bertahan dan bahkan menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
Noviansyah mengisahkan, ide usaha ini muncul ketika ia melihat banyaknya umang-umang laut yang hidup di kawasan pesisir Kaur. Awalnya hanya coba-coba, namun ternyata ada permintaan dari luar daerah. Kesempatan itu kemudian ia manfaatkan dengan serius hingga akhirnya berkembang seperti sekarang.
“Awalnya hanya coba-coba, tapi ternyata ada permintaan dan berlanjut sampai kini,” ujarnya, Jumat 28 November 2025.
Walaupun perkembangan teknologi begitu pesat, hal itu tidak menjadi hambatan bagi usahanya. Justru, menurut Noviansyah, kemajuan media sosial sangat membantu dalam memperluas pasar. Dia memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan umang-umang yang dia jual, sekaligus memudahkan komunikasi dengan calon pembeli dari berbagai daerah. Permintaan ini datang dari beragam kalangan, mulai dari penghobi hewan laut, pemilik akuarium, hingga penjual perlengkapan hias air laut.
Selain menjual, Noviansyah juga membeli umang-umang dari masyarakat sekitar untuk kemudian disortir sebelum dijual kembali. Untuk harga jual, umang-umang dihargai sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, bergantung pada kualitas dan ukuran.
“Kalau kualitasnya bagus dan ukurannya seragam, harganya bisa lebih tinggi. Biasanya pembeli tahu mana yang layak dan mana yang kurang,” jelasnya.
Jangkauan pemasaran usaha ini pun tidak terbatas pada wilayah Kabupaten Kaur saja. Noviansyah secara rutin mengirimkan umang-umang ke sejumlah kota besar di Sumatera seperti Palembang, Curup, Lubuklinggau, serta Jambi. Permintaan dari luar daerah semakin meningkat, sehingga aktivitas pengiriman kini dapat dilakukan beberapa kali dalam sepekan, menyesuaikan ketersediaan barang dan permintaan pelanggan. Keberhasilan Noviansyah menjadi bukti peluang usaha bisa datang dari hal-hal sederhana yang sering diabaikan. Dengan ketekunan dan pemanfaatan teknologi digital, bisnis kecil seperti ini mampu berkembang dan bertahan di tengah persaingan era modern saat ini.
"Allhamdulilah sekarang dengan kemajuan digital ini, saya terutama dimudahkan dalam mengembangkan pasar usaha ini, dan menurut saya pribadi usaha ini cukup menjanjikan," terangnya.