Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Nasib Nelayan di Ujung Tanduk, DPRD Minta Penataan Muara Air Manna Jadi Program Utama Daerah

Ancaman pendangkalan dan abrasi sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan permanen membuat nasib nelayan di ujung tanduk.-Sumber Foto: ROHIDI/RKa-

BENGKULU SELATAN (BS) - Suara debur ombak yang terus memecah bibir pantai Air Manna menyimpan kisah panjang tentang keresahan masyarakat pesisir BS.

Ancaman pendangkalan dan abrasi sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan permanen membuat nasib nelayan di ujung tanduk.

Setiap pagi dan sore, para nelayan harus melewati alur muara yang makin menyempit dan dangkal, mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah untuk keluarga mereka.

BACA JUGA:APBD BS 2026 Disahkan: DPRD Perketat Pengawasan, Pemda Fokus Pada Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

BACA JUGA:Waka II DPRD Desak Pemda Bertindak: Konflik Agraria Harus Dituntaskan, Jangan Ada Korban Baru

Wakil Ketua (Waka) II DPRD BS Dodi Martian, S.Hut, MM menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh lagi menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pola konvensional yang hanya mengikuti sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Memang benar sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi BS, namun Dodi menegaskan bahwa kelompok masyarakat lain, termasuk nelayan berhak mendapatkan perhatian yang proporsional.

Mereka adalah bagian dari masyarakat yang menghidupi diri melalui sektor kelautan, sebuah sektor yang selama ini sering dipandang sebelah mata meskipun menyokong banyak keluarga di pesisir.

“Pemerintah harus melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh. Nelayan juga punya hak yang sama untuk dibantu dan diberdayakan,” ujar Dodi.

BACA JUGA:Waktu Kian Mepet, DPRd Ingatkan Jangan Ada Proyek Mangkrak di Akhir Tahun

BACA JUGA:Api Lama Belum Padam, Konflik Lahan Perkebunan Kian Rumit, DPRD BS : Respons Pemda Lamban

Politisi Partai Golkar tersebut menekankan bahwa arah pembangunan daerah seharusnya sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya program Kampung Nelayan yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto.

Muara tersebut bukan sekadar jalur lalu lintas perahu kecil, ia adalah pusat kegiatan nelayan yang menentukan keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga.

Namun kondisinya kini sangat memprihatinkan. Pendangkalan semakin parah, abrasi terus menggerus tepian sungai, sementara alur muara menyempit dari waktu ke waktu. Ketika musim hujan tiba, risiko kecelakaan meningkat drastis.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan