Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Paripurna Penyampaian LKPJ, Pemprov Bengkulu Paparkan Kinerja 2025 Program Bantu Rakyat

DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna penyampaian LKPJ, Senin 2 Maret 2026.--

BENGKULU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna masa sidang I tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bengkulu Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD  Provinsi Bengkulu, Senin 2 Maret 2026.

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Drs. Sumardi MM menjelaskan bahwa rapat ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, yang mewajibkan seluruh kepala daerah untuk menyusun laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintah selama satu tahun anggaran.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran kemudian disampaikan kepada DPRD paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

BACA JUGA:Paripurna DPRD Bengkulu Ricuh, Hujan Interupsi hingga Aksi Walkout Ketua DPRD Sumardi

BACA JUGA:Alat Berat Masuk HPT? DPRD Desak Pihak Terkait Segera Investigasi Aktivitas Bukit Rabang Ulu Manna

Selanjutnya, Gubernur Bengkulu yang diwakili Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan bahwa kegiatan tahun anggaran 2025 memprioritaskan realisasi program-program unggulan, mayoritas terkait pemberdayaan masyarakat.

Tujuannya agar membawa pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

“Atas nama Gubernur, kami menyampaikan bahwa progres pembangunan tahun 2025 Alhamdulillah menunjukkan capaian yang cukup signifikan,” ujar Mian di hadapan anggota dewan.

Lebih lanjut, Mian mengatakan sejumlah target pembangunan fisik, khususnya di sektor infrastruktur, berhasil direalisasikan dengan baik.

Penyerapan anggaran pembangunan infrastruktur disebut berjalan optimal, sejalan dengan kebijakan prioritas gubernur yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama.

"Selain infrastruktur, berbagai program bantuan kepada masyarakat juga kita pastikan berjalan sesuai rencana. Kami terus berupaya memastikan kebijakan pembangunan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat," lanjut Mian.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam hal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah menilai peningkatan PAD menjadi salah satu kunci penguatan fiskal daerah ke depan.

“Baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi, semuanya harus kita lakukan secara kolaboratif,” tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan