Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Meski Ramadan, BPBD Provinsi Bengkulu Minta Masyarakat Tetap Waspada Terhadap Bencana

BPBD Provinsi Bengkulu menggelar simulasi tanggap bencana, Minggu 1 Maret 2026. Sumber Foto: SAPRIAN/RKa --

BENGKULU - Memasuki bulan suci Ramadhan hingga Idulfitri dan arus mudik lebaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Langkah ini dilakukan seiring masih tingginya intensitas curah hujan yang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah ST., M.Si, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya mitigasi dan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten dan kecamatan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Memasuki Ramadhan dan Lebaran, kami tetap siaga, terutama karena saat ini masih dalam periode musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kami mengimbau wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hermansyah menambahkan seluruh jajaran telah disiagakan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kesiapan tersebut menurut dia mencakup personel, peralatan, hingga sistem komunikasi darurat yang terintegrasi dengan lintas sektor.

“Seluruh personel kami dalam kondisi siaga, terutama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja,” ujar Hermansyah.

Hermansyah menambahkan, upaya kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan secara internal, melainkan melalui koordinasi intensif bersama sejumlah instansi terkait. Mulai dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI, Polri hingga dinas teknis lainnya.

“Kami sudah melakukan pembahasan menyeluruh, baik terkait kesiapan personel maupun dukungan lintas sektor. Semua unsur sudah siap bergerak jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

Selain fokus pada potensi bencana alam, Hermansyah mengatakan BPBD juga menaruh perhatian khusus pada kawasan wisata yang diprediksi ramai saat libur lebaran seperti pada pantai dan wilayah perbukitan menjadi prioritas pemantauan mengingat potensi risiko yang dapat muncul akibat perubahan cuaca mendadak.

"Penempatan personel di lokasi strategis pun akan kita lakukan guna mempercepat penanganan apabila terjadi insiden, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan," kata Hermansyah.

Hermansyah juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi resmi dari pemerintah.

“Kami mengingatkan warga agar tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar. Tetap waspada terhadap perubahan cuaca selama Ramadan hingga lebaran,” tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan