Akhirnya, WNI Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Dipulangkan dan Begini Kondisinya
Keempat WNI korban TPPO di Kamboja berhasil dipulangkan dan sujud syukur, Rabu 25 Februari 2026.--
BENGKULU - Empat Warga Negara Indonesia (WNI) asal kota Bengkulu, yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, berhasil dipulangkan ke kampung halaman pada Rabu 25 Februari 2026 pagi.
Keempat WNI korban TPPO itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selanjutnya transit ke Bandara Fatmawati Soekarno, dan langsung dijemput oleh keluarga, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Romli bin Romlan, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.
Setibanya di Bengkulu Keempat yang menjadi Korban TPPO ini yakni Deni, Ardi, Engga, dan Imron sujud syukur dengan diiringi tangis haru keluarga menyambut kedatangan.
BACA JUGA:4 Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja, Berikut Jadwal Kepulangannya!
BACA JUGA:DPRD Provinsi Dukung Pemulangan Warga Bengkulu Terjebak Praktek TPPO, Gunakan Dana Baznas
Salah satu PMI yang dipulangkan mewakili rekannya yang lain, Deni Febriansyah, dengan tidak kuasa menahan haru menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan kepulangan mereka.
“Kami sangat bersyukur bisa kembali ke Bengkulu dan berkumpul lagi dengan keluarga. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan semua pihak yang sudah membantu kami,” ucap Deni.
Selain itu, Deni juga menyesal danmengakui kesalahan mereka karena berangkat bekerja melalui jalur tidak resmi. Ia berharap pengalaman pahit yang mereka alami tidak terulang pada warga lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menegaskan bahwa proses pemulangan ini merupakan hasil sinergi banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, Baznas, hingga Kedubes RI di Kamboja, bahkan dukungan dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Dugaan TPPO di Kasus Kematian PMI Seluma di Jepang, Cek Penjelasannya di Sini!
BACA JUGA:Tak Ingin Anak Jadi Korban TPPO, Kapolres Bengkulu Selatan Minta Orang Tua Lakukan Ini
“Ini bukan kerja satu pihak. Semua bergerak bersama, mulai dari Pemprov, Baznas, Kedubes RI di Kamboja, hingga pemerintah pusat yang ikut melakukan komunikasi dengan otoritas setempat agar mereka bisa dipulangkan,” ujar Khairil.
Ia menyebut, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi warganya, terutama yang sedang menghadapi persoalan di luar negeri.
“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah. Ketika masyarakat dalam kesulitan, seluruh elemen bergerak bersama untuk membantu. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak tergiur bekerja secara ilegal di luar negeri,” tambahnya.