Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Awal Ramadan 2026, BMKG Warning Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kepala BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu, Tri Widiarto saat menjelaskan cuaca awal Ramadan 2026 didominasi angin kencang dan hujan, Rabu 18 Februari 2026. --

BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu memprediksi cuaca awal Ramadhan 2026 didominasi Angin kencang dan hujan ringan hingga ekstrim, khususnya pada 18–20 Februari 2026.

Kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi berkembang menjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu.

Kepala BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu, Tri Widiarto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis akibat cuaca ekstrem.

BACA JUGA:Cuaca Tak Menentu, Produksi Kopi Suka Jaya Turun Drastis, Tinggal 1 Ton per Hektare

BACA JUGA:DKP Bengkulu Selatan Pastikan Stok Pangan Aman, 970 Ton Beras Disiapkan Hadapi Cuaca Ekstrem

“Masyarakat diminta waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat hingga sangat lebat dengan durasi lebih dari satu jam. Dampaknya bisa berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga kerusakan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan berdasarkan analisis BMKG, salah satu faktor utama adalah suhu muka laut di perairan Bengkulu yang relatif hangat. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan hujan di wilayah Bengkulu.

“Air laut yang hangat berkontribusi pada pertumbuhan awan yang cepat. Selain itu, terdapat belokan angin di lapisan sekitar 300 feet yang memicu penumpukan awan di atas wilayah Bengkulu,” jelas Tri.

BACA JUGA:Bibit Siklon dan Angin Kencang Intai Bengkulu, Cuaca Ekstrem Berpotensi di Pesisir Kaur

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi Transportasi Laut dan Udara

Tak hanya itu, menurut Tri kelembapan udara di lapisan 850 milibar tercatat cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 100 persen. 

"Dalam dua hingga tiga hari terakhir, tingkat kelembapan di Bengkulu berada pada kisaran 70 hingga 90 persen, sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat," kata Tri.

Kecepatan angin juga mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya berkisar antara 10 hingga 15 knot, dalam beberapa waktu terakhir sempat mencapai hingga 20 knot akibat perubahan cuaca yang cepat.

“Kondisi ini diprediksi masih berlangsung hingga tiga hari ke depan,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan