Pelabuhan Pulau Baai dan Linau Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Bengkulu
Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, SH, MH, MM, M.Sc menjelaskan Pulau Baai dan Linau akan jadi penopang ekonomi Bengkulu, Rabu 4 Februari 2026.--
BENGKULU- Pelabuhan Pulau Baai dan Pelabuhan Linau yang ada di Provinsi Bengkulu, diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk Provinsi Bengkulu.
Juga ini sesuai dengan target yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
“Pelabuhan Linau dan Pelabuhan Pulau Baai merupakan pelabuhan yang baik dan memiliki potensi besar, sehingga saya berkeyakinan dari Bumi Merah Putih Provinsi Bengkulu dapat turut membangun Indonesia,” kata Generar Manager PT Pelindo Regional II Bengkulu Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, SH, MH, MM, M.Sc Rabu 4 Februari 2026.
BACA JUGA:Alur Pulau Baai Mulai Berfungsi Baik, Optimistis Dongkrak Ekonomi Bengkulu, Ini Buktinya
BACA JUGA:Alur Pelabuhan Pulau Baai Capai Kedalaman 6,5 Meter, Kapal Besar Kembali Beroperasi 24 Jam
Dikatakannya, dalam waktu dekat akan melihat kondisi pelabuhan Linau agar dapat berjalan bersamaan dengan pelabuhan Pulau Baai yang saat ini sudah membaik pasca terjadi pendangkalan beberapa waktu yang lalu.
Dua pelabuhan ini akan menjadi pemasok logistik untuk pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu dikenal dengan Bumi Merah Putih.
Untuk menentukan pelabuhan terbaik dengan indikator bagaimana pelayanan dana mekanisme pelayanan yang dilakukan pelabuhan tersebut.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Tunggu Itikad Pelindo Perbaiki Jalan Pulau Baai
BACA JUGA:Laporan Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai Aman, Progres Kembali Dapat Sorotan
Lanjutnya, pelabuhan Pulau Baai dan Linau sama permasalahan mengelolanya yaitu abrasi. Di mana kedua pelabuhan ini langsung berhadapan dengan samudra, sehingga sering terjadi pendangkalan yang menyebabkan cukup besar membutuhkan biaya.
Saat ini kita selesaikan pelabuhan yang paling cantik dimiliki oleh Pelindo yaitu pulau Baai karena terdapat rahim tempat bersandar.
Pelabuhan Linau saat itu kami pernah ditawari pada tahun 2017. Namun, akan melakukan normalisasi terhadap pulau Baai dahulu karena saat ini kedalamannya masih diangka 6,5 meter yang direncanakan 12 Meter.
Selain itu, juga mengatakan tantangan yang dihadapi pelabuhan Linau itu adalah musim yang dapat menyebabkan gelombang sehingga kapal besar tidak bisa bersandar.