Soroti Kendaraan Dinas Hingga Alsintan Mangkrak, Wabup: Jangan Biarkan Uang Rakyat Rusak
Sorotan Wabup terhadap aset yang dinilai terbengkalai ini mulai dari kendaraan dinas hingga alat pertanian mangkrak yang seharusnya dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) - Persoalan pengelolaan aset daerah menjadi perhatian serius Pemkab BS. Wakil Bupati (Wabup) BS Yevri Sudianto, menyoroti masih ditemukannya sejumlah aset milik pemerintah daerah yang kondisinya tidak terawat dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Sorotan Wabup terhadap aset yang dinilai terbengkalai ini mulai dari kendaraan dinas hingga alat dan mesin pertanian (Alsintan) mangkrak yang seharusnya dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Yevri, keberadaan aset daerah bukan sekadar barang inventaris biasa, melainkan hasil dari pengelolaan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang negara. Karena itu, setiap aset yang dimiliki daerah memiliki tanggung jawab besar untuk dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal.
Ia menilai kondisi aset yang tidak terurus menunjukkan masih adanya persoalan dalam sistem pengawasan dan manajemen aset di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika tidak segera diperbaiki, aset yang seharusnya menjadi penunjang pembangunan justru berpotensi menjadi beban bagi pemerintah daerah.
“Setiap aset yang dibeli menggunakan anggaran pemerintah harus memiliki nilai manfaat. Jangan sampai fasilitas yang seharusnya membantu pekerjaan dan pelayanan masyarakat malah dibiarkan rusak tanpa perhatian,” tegas Yevri.
BACA JUGA:4 Alsintan Jenis Crawler Diterima Dispertan Kaur, Koptan Penerima Kini Belum Final
BACA JUGA:Alsintan Gratis untuk Petani, 6 Jonder Siap Digunakan, Produktivitas Ditargetkan Naik
Yevri menjelaskan, banyak kerusakan aset sebenarnya dapat dicegah apabila dilakukan pemeliharaan secara berkala. Menurutnya, kerusakan tidak selalu terjadi karena faktor usia atau masa penggunaan, tetapi sering kali dipicu oleh kurangnya kepedulian terhadap perawatan rutin.
Ia mencontohkan, kendaraan operasional maupun peralatan kerja yang rutin diperiksa dan dirawat akan memiliki usia pakai lebih panjang. Sebaliknya, aset yang dibiarkan tanpa perhatian justru membutuhkan biaya lebih besar ketika kondisinya sudah mengalami kerusakan berat.
“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika aset sudah rusak parah. Perawatan sederhana yang dilakukan secara berkala jauh lebih efektif dibandingkan harus mengeluarkan anggaran besar untuk memperbaiki atau mengganti barang yang tidak bisa digunakan lagi,” ujar Yevri.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati menginstruksikan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan untuk segera melakukan pendataan ulang terhadap aset yang berada di bawah tanggung jawab masing-masing.
Inventarisasi tersebut diperlukan agar pemerintah daerah memiliki gambaran jelas mengenai jumlah aset, kondisi fisik, tingkat pemanfaatan, hingga kebutuhan pemeliharaan. Dengan begitu, aset yang masih layak digunakan dapat segera dioptimalkan, sementara aset yang mengalami kerusakan dapat ditangani sesuai aturan.
Yevri juga meminta agar tidak ada lagi aset daerah yang hanya disimpan tanpa kejelasan fungsi. Setiap barang milik daerah harus memiliki perencanaan penggunaan yang jelas agar keberadaannya benar-benar memberikan dampak positif bagi kinerja pemerintahan.
Menurutnya, pengelolaan aset yang baik merupakan salah satu indikator tata kelola pemerintahan yang efektif. Aset yang terjaga akan mendukung produktivitas aparatur, mempercepat pelayanan publik, serta membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan.
Sebaliknya, aset yang dibiarkan terbengkalai hanya akan menjadi catatan negatif dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain mengurangi nilai manfaat, kondisi tersebut juga dapat menambah beban pemeliharaan apabila tidak segera dilakukan penanganan.