15 Jembatan Diusulkan, Satu Jadi Kunci Penghubung Dua Kecamatan di Bengkulu Selatan
Sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas utama, bahkan tahun ini ada 15 jembatan diusulkan untuk dibangun-Sumber foto : ROHIDI/RKa-
“Mobilitas masyarakat di jembatan ini sangat tinggi. Setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Karena itu, peningkatan jembatan ini menjadi kebutuhan mendesak,” jelasnya.
Iwan menambahkan, baik Pemkab BS maupun DPRD Provinsi Bengkulu menilai kondisi jembatan gantung tersebut sudah sangat layak untuk ditingkatkan menjadi jembatan permanen.
Selain faktor keselamatan, peningkatan ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah dan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Meski demikian, upaya mewujudkan jembatan permanen tersebut bukan perkara mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah kebutuhan anggaran yang sangat besar.
Untuk membangun satu unit jembatan permanen dengan bentang sekitar 50 meter, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp30 miliar.
“Kalau hanya mengandalkan APBD Kabupaten, tentu tidak akan mampu. Anggarannya cukup besar, sehingga perlu perjuangan dan kolaborasi yang panjang,” terang Iwan.
Oleh karena itu, Dinas PUPR BS tidak hanya mengandalkan kemampuan daerah, tetapi juga akan menjalin kerja sama dan koordinasi lintas sektor.
Kolaborasi tersebut mencakup Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Balai Jembatan, hingga melakukan lobi ke pemerintah pusat agar proyek strategis tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan.
“Pembangunan jembatan permanen ini harus didorong bersama-sama. Kami akan berkoordinasi dengan provinsi dan pusat, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Iwan menegaskan, meskipun prosesnya panjang dan penuh tantangan, Bupati dan Wakil Bupati BS tidak akan menyerah dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Pembangunan jembatan Tanjung Menang–Tanjung Eran menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Ini sejalan dengan program Membara, Membantu Bersama Rakyat. Selama itu menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah daerah akan terus berjuang,” tambahnya.
Dengan masuknya jembatan tersebut dalam skala prioritas, masyarakat Bengkulu Selatan berharap rencana peningkatan jembatan gantung menjadi jembatan permanen dapat segera terwujud.
Jika terealisasi, jembatan ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga menjadi penggerak utama konektivitas, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Bengkulu Selatan.