15 Jembatan Diusulkan, Satu Jadi Kunci Penghubung Dua Kecamatan di Bengkulu Selatan
Sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas utama, bahkan tahun ini ada 15 jembatan diusulkan untuk dibangun-Sumber foto : ROHIDI/RKa-
BENGKULU SELATAN (BS) - Pemkab BS tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
Di tengah keterbatasan tersebut, sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas utama, bahkan tahun ini ada 15 jembatan diusulkan untuk dibangun.
Mengingat, perannya yang sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
BACA JUGA:15 Jembatan Diusulkan, Satu Jadi Kunci Penghubung Dua Kecamatan di Bengkulu Selatan
BACA JUGA:Mulai Reot, Jembatan Penghubung Desa Muara Dua Membahayakan Pengguna Jalan
Pada tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten BS mengusulkan sebanyak 15 titik perbaikan dan pembangunan jembatan, serta 30 titik ruas jalan yang dinilai membutuhkan penanganan serius.
Dari puluhan usulan tersebut, satu jembatan dinilai memiliki tingkat urgensi paling tinggi, yakni jembatan penghubung antara Desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, dengan Desa Tanjung Eran, Kecamatan Pino.
Jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama warga dua kecamatan tersebut direncanakan untuk ditingkatkan menjadi jembatan permanen.
BACA JUGA:Dua Jembatan di Kecamatan Nasal Akan Dibangun Tahun Ini
BACA JUGA:Lantai Jembatan Tinggi Akses SDN 72 Kaur Jebol, Ancam Keselamatan Pelajar
Kadis PUPR BS Iwan Darmawan, ST mengatakan, peningkatan jembatan Tanjung Menang–Tanjung Eran telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026.
“Untuk 2026, ada 15 titik jembatan dan 30 titik jalan yang kami usulkan. Saat ini tim teknis Dinas PUPR masih melakukan verifikasi data di lapangan. Namun, dari semua usulan itu, jembatan gantung antara Tanjung Menang dan Tanjung Eran menjadi salah satu yang paling prioritas,” ungkap Iwan.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung langsung antara Kecamatan Seginim dan Kecamatan Pino.
Tidak hanya itu, keberadaan jembatan tersebut juga sangat membantu mobilitas masyarakat dari wilayah Air Nipis dan Seginim menuju Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan jarak tempuh yang jauh lebih singkat.