Penyakit SE Kembali Ganas, Dalam 3 Hari 18 Ekor Sapi Mati Mendadak
Penyakit lebih dikenal penyakit ngorok atau penyakit SE kian ganas.-Sumber Foto: ROHIDI/RKa-
"Total sudah 36 ekor ternak sudah disuntik vitamin dan juga obat oleh tim (Distan, red). Untuk ternak yang lain belum sempat karena pemiliknya sedang tidak berada di rumah," jelasnya.
Bukan hanya di Talang Padang, jumlah ternak mati secara mendadak juga ditemukan di Desa Napal Melintang Kecamatan Pino Raya.
Bahkan, hingga kemarin terpantau 13 ekor lebih kerbau mati mengenaskan di hamparan sawah. Kemudian di Desa Bandung Ayu juga ditemukan 7 ekor kerbau mati.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan BS Ikat Aliman, SE mengungkapkan, untuk sementara ini memang kawasan Pino Raya ini bisa dikatakan zona merah penyakit ngorok komplikasi jembrana.
"Ya, memang Pino Raya ini bisa dikatakan sudah endemic jembrana," ungkap Ikat.
Kabid menambahkan, terhitung Selasa 6 Mei 2025 lalu sudah ratusan dosis obat hingga vitamin sudah disuntikkan ke hewan ternak.
Bukan itu saja, pihakya juga sudah membagikan lebih dari 500 kaplet desinfektan untuk sterilisasi kandang ternak.
"Tim kami sudah berupaya maksimal, kamipun sudah berusaha agar kedepan wabah penyakit ternak ini bisa ditangani sampai betul-betul habis," bebernya.
Kendati demikian, sambung Ikat, peternak juga boleh melakukan pengobatan alternatif di luar penanganan tim Distan atau pengobatan secara mandiri.
Itu semua tidak untuk memaksimalkan proses penyembuhan ternak dan menekan angka kematian yang persentasenya sangat tinggi.
"Memang penyakit ngorok ini tingkat kematiannya sangat tinggi. Bahkan, lebih dari 80 persen tingkat kematian sakit ngorok dibandingkan penyakit pada ternak jenis lainnya," pungkasnya.*